Ada Objek Wisata Alam Tersembunyi di Balik Hutan Kutai Kartanegara (1)

Hutan Kalimantan tidak pernah kehilangan kharismanya. Di balik hutan Kutai Kartanegara, tersembunyi 2 gua yang masih sangat alami dan belum dijamah manusia.

5DETIK – Kekayaan alam yang ada di hutan tropis Kalimantan tidak pernah hilang. Potensi kayu yang belimpah tidak akan pernah habis, jika manusia tetap menjaga lingkungannya. Begitu juga dengan potesi hamparan batu gamping yang yang banyak sekali terdapat di hutan Kalimantan.

Salah satunya adalah pesona batu gamping yang membentuk gua alami yang tentunya memiliki keindahan dan menjadi favorit para warga yang ingin menikmati keindahan alam bawah tanah yang banyak menyimpan sejuta pesona luar biasa.

Hutan pegunungan desa Sedulang, Kecamatan Sebulu di Kabupaten Kutai Kartanegara menyimpan pesona alam yang masih alami. Di hutan tersebut terdapat beberapa gua yang saling terhubung di sepanjang deretan pegunungan Karst di wilayah Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ada beberapa gua yang saat ini menjadi tempat kunjungan wisatawan, selain lokasinya yang mudah dijangkau, gua tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri ketimbang gua-gua lain yang berada ada di hutan desa Sedulang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ada dua gua nan eksotis yang tersembunyi di dalamnya, yakni Gua Kelelawar dan Gua Air. Kedua gua ini berada di ketinggian sekitar 100 Mdpl. Dua gua alam itu menyimpan berbagai potensi wisata yang layak dikunjungi wisatawan.

Lokasi Gua Kelelawar berjarak lebih kurang 30 km dari pusat Pemerintahan Kaupaten Kutai Kartanegara yakni di Kecamatan Tenggarong. Sebagian gua tersebut berada di puncak Bukit Desa Sedulang, beberapa gua lainnnya berada di kaki bukit dan kawasan lembah.

Harpiah, warga Kota Samarinda yang datang bersama keluarganya ke gua ini mengatakan, masyarakat sudah sejak lama mengetahui keberadaan gua tersebut, namun memang tidak semua pernah ditelusuri. Sebagian gua juga belum pernah diberi nama, karena masih berupa misteri bagi warga sekitar.

“Eh lokasi gua ini memang agak susah dicapai, tapi sebenarnya kalau dilihat potensi guanya ini sendiri luar biasa ya karena masih banyak ini apa ini istilahnya ini stalagmit. Ini masih hidup karena masih meneteskan air, selain itu di dalam tadi masih banyak serangga-serangga yang sebenarnya ini adalah satwa lokal yang mungkin di luar kita tidak bisa temui,” kata Harpiah.

Lebih lanjut, Mahasiswa IAIN Samarinda ini mengatakan bahwa gua pertama yang dikunjungi adalah Gua Kelelawar. Gua ini berada di balik pepohonan dengan kondisi jalan menurun yang cukup curam.

Meski lebar mulut gua hanya sekitar delapan meter, namun di bagian dalam gua sangat luas dan terdapat begitu banyak kelelawar yang bergelantungan di langit-langit, dengan pemandangan stalaktit dan stalagmit batu kapur warna putih yang memukau.

“D idepan mulut gua terdapat sebuah batu dengan ketinggian 1,5 meter. Batu itu serasa menjadi penjaga pintu masuk bagi warga atau pengunjung yang ingin masih ke dalam gua. Oleh warga sekitar, di depan batu ini biasanya diletakan beberapa sesajen, karena banyak sekali cerita mistis di Gua Kelelawar ini. Sayangnya, masih banyak yang belum diketahui warga tentang goa sepanjang 1 kilometer ini,” imbuh Harpiah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button