Dedikasi Luar Biasa Jamartin Sihite untuk Kehidupan Orangutan Kalimantan (1)

Jamartin Sihite, CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), adalah sosok yang mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk kehidupan orangutan di Kalimantan.

5DETIK – Berawal dari rasa kasihannya melihat orangutan yatim piatu yang masih bayi, Jamartin terpanggil menyelamatkan primata yang memiliki DNA mendekati manusia itu.

Menjaga hutan dan menyelamatkan orangutan untuk kehidupan manusia adalah alasan utama Jamartin memilih jalur ini. Sebab, hutan memberikan unsur kehidupan yang kita butuhkan, terlebih udara bersih yang kita butuhkan.

Tahun 2019, Jamartin meraih penghargaan ‘Virginia Mckenna Award 2019’ atas dedikasinya merawat dan melepasliarkan orangutan. Jamartin juga kerap menjadi narasumber mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai orangutan.

Selalu enggan disebut tokoh inspiratif, laki-laki ini lebih nyaman dikenal sebagai manusia penjaga hutan. Masa lalunya sebagai dosen, rela dia tinggalkan demi mengurus satwa langka seperti komodo dan orangutan. Dia adalah Jamartin Sihite, CEO Borneo Orangutan Survival Foundation [BOSF].

Laki-laki berdarah Batak ini masih sibuk mengurus orangutan. Dia kerap pulang pergi Bogor – Kalimantan [Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah] untuk kegiatan pelepasliaran. Berawal dari rasa kasihannya melihat orangutan yatim piatu yang masih bayi, Jamartin terpanggil menyelamatkan primata yang memiliki DNA mendekati manusia itu.

“Saya lebih nyaman berada di jalan sepi. Senyap tak terlihat, tapi selamat. Selamat yang saya maksud adalah hutan yang selamat dan manusia yang juga ikut selamat,” kata dia.

Bagi sebagian orang, apa yang dilakukan Jamartin dianggap terlalu berisiko. Dia kerap mendapat sarah bahkan kritik untuk mencari pekerjaan lain. Namun, bukan itu yang dia cari. Menjaga hutan dan menyelamatkan orangutan untuk kehidupan manusia adalah alasan utamanya. Sebab, tanpa hutan, manusia tak lagi dapat bernapas seperti saat ini, menghirup udara bersih.

“Mungkin masih banyak yang belum sadar, betapa kita membutuhkan hutan. Setiap orang memiliki sudut pandang berbeda, bagi yang tahu dan mampu mari kita jaga bersama,” imbuhnya.

Sejatinya, Jamartin terlahir dari keluarga agamis. Bapak dan ibunya pendeta. Jamartin sadar betul, betapa sang bapak ingin melihatnya menjadi tokoh agama juga. Namun, bagi Jamartin, jalan menuju surga tidak hanya melalui pelayanan di rumah ibadah saja. Masih banyak jalan kebaikan yang bisa dia lakukan dan bermanfaat untuk orang banyak, salah satunya, menjadi penyelamat satwa langka.

“Menjaga hutan dan menyelamatkan satwa langka adalah ungkapan sekaligus ucapan terima kasih saya kepada Tuhan. Buat saya, pekerjaan ini sangat mulia. Jangan pikir kita bisa terkenal, jika memutuskan mengambil langkah ini,” ujarnya lelaki kelahiran Siantar, 21 Agustus 1965.

Sejak mengabdikan diri untuk penyelamatan orangutan kalimantan, bapak tiga anak ini terus berupaya mengajak semua orang untuk menjaga hutan.

“Beberapa orang pernah bertanya, kenapa saya meminjam hutan kecil pada pengusaha sawit. Saya jawab, saya tidak peduli dengan masa lalu orang. Yang saya butuhkan adalah hutan, untuk pelepasliaran orangutan. Dengan memberi hutan pada orangutan, itu akan menjadi kebaikan besar untuk setiap manusia,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button