Dedikasi Luar Biasa Jamartin Sihite untuk Kehidupan Orangutan Kalimantan (3-Habis)

Tahun 2019, Jamartin meraih penghargaan ‘Virginia Mckenna Award 2019’ atas dedikasinya merawat dan melepasliarkan orangutan. Jamartin juga kerap menjadi narasumber mahasiswa Institut Pertanian Bogor [IPB] mengenai orangutan.

5DETIK – “Penghargaan tidak bisa diraih sendiri. BOSF sendiri memiliki orang-orang hebat, saya sangat bangga dengan semua pencapaian kawan-kawan. Tidak hanya di Samboja, juga PT. RHOI dan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, BOSF menggandeng masyarakat Dayak Wehea, melalui program Restorasi Habitat Orangutan [RHO]. Masyarakat Dayak Wehea adalah sub-suku Dayak yang menghuni Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Muara Wahau. Tercatat sekitar 6.000 jiwa Dayak Wehea mendiami 6 desa yaitu Bea Nehas, Diaq Lay, Dea Beq, Nehas Liah Bing, Diaq Leway, dan Long Wehea.

Program itu untuk membantu kesehatan masyarakat, pendidikan formal maupun non-formal khususnya pendidikan tentang lingkungan, pengembangan pendapatan alternatif, serta penguatan kelembagaan adat.

Menurut Jamartin, budaya dan tradisi masyarakat adat itu umumnya sangat mendukung prinsip kelestarian alam dan isinya. Tidak terkecuali warga Adat Wehea. Kerusakan alam mulai terjadi saat konsumsi manusia di zaman moderen membesar secara eksponensial, dan perkembangan industri kerap melupakan keseimbangan sumber daya alam.

“Melalui Program RHO, kami mendukung upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat Dayak Wehea di sekitar wilayah kerja kami,” ujarnya.

BOSF juga turut memperkenalkan budaya Dayak Wehea dalam berbagai kegiatan, seperti pameran hasil kerajinan tangan, pertunjukan tari, dan musik khas.

“Keselarasan Dayak Wehea menjaga alam sangat menginspirasi kami. Semangat itu pula yang membuat impian saya perlahan terwujud. Saya ingin, semua orangutan kembali ke rumahnya, hutan. Jika pun ada orangutan yang sudah tidak bisa dilepasliarkan, saya ingin mereka tetap dekat dengan alam, atau hidup di hutan kecil berbentuk pulau,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button