Mengenal Danau Kakaban

5DETIK – Liburan ke Kepulauan Derawan kurang lengkap kalau belum berkunjung ke Pulau Kakaban. Ya, pulau yang berjarak sekitar 20 menit dengan kapal dari Derawan ini begitu spesial. Kakaban adalah pulau yang tak berpenghuni. Di sana sebagian besar adalah mangrove dan sebuah danau di tengah pulau.

Kerusakan lingkungan bisa merusak suatu destinasi, termasuk Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan yang merupakan habitan ubur-ubur. Untuk itu, pemukiman tidak akan diizinkan ada di sana. Danau Kakaban mungkin tampak sama saja seperti yang lainnya. Namun waktu terjadinya yang membuat berbeda. Danau Kakaban masuk dalam danau purba.

Menurut Dr Anugerah Nontji dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Danau Kakaban terjadi akibat pengangkatan atol atau terumbu karang cincin setinggi40-60 meter. Kemunculan atol memicu terbentuknya sebuah laguna atau danau. Proses ini diperkiran terjadi pada 1-2 juta tahun lalu. Air laut yang terperangkap di laguna ini tak bisa keluar dan bercampur dengan air hujan. Inilah alasan mengapa Danau Kakaban memiliki air payau.

Tak cuma air laut yang terperangkap, ubur-ubur di area tersebut pun tak bisa kembali ke laut. Seiring berjalannya waktu, ubur-ubur pun berevolusi dan bisa hidup di perairan payau. Berlimpahnya makanan membuat ubur-ubur menjadi raja dari rantai makanan. Karena tak ada predator, hewan kenyal ini tumbuh berlimpah di Danau Kakaban.

Hal ini berpengaruh dalam evolusi sengat yang dimilikinya. Kelenjar sengat ubur-ubur mengalami reduksi dan tak digunakan lagi sebagai perlindungan diri maupun berburu mangsa. Ubur-ubur tanpa sengat, begitulah sebutannya di masa kini. Hewan kenyal di Danau Kakaban ini sudah dinyatakan sebagai satwa langka dan diakui dunia.

Ada 4 jenis ubur-ubur yang mendiami danau ini, yaitu ubur-ubur bulan (Aurelia aurita), ubur-ubur totol (Mastigias papua), ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), dan ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata). Danau Kakaban kini menjadi kawasan konservasi daerah dan destinasi populer Kalimantan Timur. Selain danau, Kakaban juga punya laguna cantik bernama Kehe Daing.

Saat mengunjungi Pulau Derawan, tujuan utama pengunjung biasanya Pulau Maratua , Pulau Kakaban, Labuan Cermin atau Pulau Sangalaki. Padahal ada destinasi menarik yang sayang jika dilewatkan jika kita berkunjung ke sana.
Kehe Daing nama tempatnya, sebuah laguna yang indah yang belum banyak dikunjungi. Laguna adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang dan semacamnya.

Untuk mencapai Kehe Daing ini kita harus menyusuri gua sepanjang sekitar 100 m sambil merunduk tergantung ketinggian air. Berhati-hatilah ketika melewati gua ini karena bebatuan yang ada di atas, di kanan dan kiri kadang tajam.

Saat air pasang tentu kita tidak dapat melalui gua ini. Tetapi kita bisa melewati tangga yang ada di pinggir pantai.

Setelah keluar dari gua ini, kita akan disambut dengan pemandangan yang indah. Kumpulan air laut yang berwarna hijau toska, jernih, dangkal, dan saat kita menceburkan diri ke dalamnya kita akan menjumpai ikan-ikan kecil. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button