Nasi Bakar Isi Seafood Diharap Bisa Jadi Kuliner Khas Balikpapan

5DETIK – Nasi bakar sempat menjadi tema lomba Festival Makanan Nusantara di Kota Balikpapan. Olahan nasi ini kabarnya ingin diangkat sebagai salah satu kuliner khas Balikpapan.

Kota Balikpapan terkenal dengan keragaman etnis penduduknya. Banyak pendatang yang akhirnya menetap di sana. Karena itu, kebanyakan makanan yang populer di Kota Balikpapan berasal dari daerah sekitarnya.

Para chef pun tergerak menambah deretan makanan khas Kota Balikpapan. Terpilihlah ide nasi bakar yang dianggap cocok. Hal ini diungkapkan chef Akhmad Fauzi.

Menurutnya, ada banyak kuliner di Balikpapan. Namun kurang bisa dikenal sampai skala nasional.

“Kenapa kita enggak punya makanan khas sendiri yang mungkin bisa dikembangkan sampai ke daerah lain. Karena kita punya potensi ke situ. Pengin sesuatu yang khas seperti gudeg dari Jogja,” ungkap chef dari seksi pendidikan dan pelatihan di Indonesian Chef Association (ICA) Balikpapan ini.

Mengenai perbedaannya dengan nasi bakar daerah lain, chef Akhmad berujar nasi bakar khas Balikpapan akan berisi makanan laut.

“Balikpapan identik dengan hasil laut. Itu yang akan dijadikan isi nasi bakar. Bisa pakai udang hingga kepiting, memanfaatkan hasil lautnya. Ada banyaknya pilihan isi nasi bakar jadi kelebihannya,” lanjut chef asal Jawa Barat.

Hal serupa juga diungkapkan Eeng Wangsa, humas ICA Balikpapan. Ia termasuk yang mengusulkan nasi bakar.

“Nasi bakar itu praktis, mudah dibawa kemana-mana. Seperti nasi bakar kepiting belum ada di Balikpapan. Jadi kami ingin nasi bakar bertema seafood,” tutur wanita yang ikut menyajikan menu nasi bakar di gerai makanan ‘Wangsa’ miliknya.

Adapun menurut chef Akhmad, sudah sekitar satu tahun wacana nasi bakar dibicarakan oleh ICA Balikpapan. Lomba bertema nasi bakar di Festival Makanan Nusantara menjadi bagian dari percobaan. Sebab chef Akhmad mengatakan kegiatan seperti festival makanan bisa jadi salah satu cara untuk membuka jalan.

“Minat warga Balikpapan sangat tinggi terhadap kuliner,” ucap pria yang sudah tiga tahun menetap di Balikpapan ini.

Untuk rencana kedepan, nasi bakar rencananya akan dijadikan tema khusus saat perayaan ulang tahun Balikpapan pada bulan Februari mendatang.

Sementara mengenai dukungan pemerintah daerah, chef yang bekerja di Hotel Pacific Balikpapan ini menyampaikan harapannya.

“Tentu perlu bantuan pemda, karena ini nggak bisa kerja sendiri. Akan kami lakukan kalau sudah menemukan formula yang bagus. Pertama coba ke masyarakat dulu, bisa diterima apa tidak. Baru kemudian diajukan ke walikota. Percuma kalau cuma wacana saja. Mudah-mudahan nanti nasi bakar ini bisa jadi penganan khas Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button