Puncak Dabo Jadi Primadona Para Wisatawan Kaltim

Di puncak Dabo ini terdapat 10 spot hunting yang ditawarkan kepada para pengunjung, yang ingin berburu koleksi foto dengan latar pemandangan kota Samarinda dan berbagai macam latar hiasan.

5DETIK – Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki banyak tempat wisata puncak, salah satunya Puncak Dabo. Puncak Dabo terletak di jalan Damai, Kecamatan Samarinda Ilir, lokasinya pun hanya berjarak 15 menit dari pusat kota Samarinda, dari atas puncak pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah Kota Samarinda, dan dapat melihat keindahan lekukan sungai Mahakam.

Di puncak Dabo ini terdapat 10 spot hunting yang ditawarkan kepada para pengunjung, yang ingin berburu koleksi foto dengan latar pemandangan kota Samarinda dan berbagai macam latar hiasan, diantaranya, pintu tembus pandang, rumah terbalik, bintang bulan, dan yang menjadi primadonanya ialah latar rumah Marsupilami.

Irna salah seorang pengunjung yang berasal dari Kota Bontang, mengaku tertarik dengan Puncak Dabo, lantaran dirinya kerap melihat teman-temannya di media sosial berfoto di salah satu latar yang ada di puncak Dabo tersebut.

“Ini baru pertama kali, lantaran penasaran, lihat foto teman bagus-bagus, saat mereka foto di Puncak ini,” ucap Irna saat ditemui Detikcom di Puncak Dabo pada Sabtu malam.

Ditemui ditempat yang sama, Akbar salah seorang pengunjung dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan dirinya yang tengah berliburan di Samarinda, merasa penasaran dengan tempat wisata puncak yang ada di Samarinda itu.

“Di Samarinda ini lagi liburan tahun baru bersama keluarga, denger-denger dari orang kalau di Samarinda ada wisata puncak, karena itu saya penasaran lalu ke sini, pas lihat tempatnya lebih bagus dari ada yang di foto,” terang Akbar.

Adi Dabo selaku Pengelola Puncak Dabo menceritakan, awal mula tercetus ide membuat tempat wisata Puncak Dabo ini. Ketika Ia yang memiliki hobi traveling untuk sekedar mencari spot foto, menemukan potensi puncak yang berada dekat rumahnya, ia pun mengajak rekan-rekannya untuk mengelola puncak yang memiliki luas 30 x 40 Meter tersebut.

“Awalnya hanya satu aja kami buat latarnya, waktu itu latar hanya pintu tembus pandang, ketikan saya sahre ke medsos, ternyata foto saya banyak dapat respon dari netizen, hingga akhirnya saya dan 29 teman berinisiatif mengelola puncak ini,” jelas Adi Dabo.

Nama Dabo sendiri berasal dari kata Damai Borneo, karena puncak Dabo ada di jalan Damai kemudian Borneo secara umum bicara soal Kalimantan.

Puncak Dabo sendiri buka dari pukul 4 sore hingga 10 malam, dengan biaya tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah per orang. Setiap harinya jumlah pengunjung dapat mencapai ratusan orang terutama menjelang weekend dan hari libur.

“Kalau hari biasa pengunjung yang datang biasanya 100 orang lebih, namun saat akhir pekan bisa sampai 300 orang lebih, dan sebagian besar pengunjung juga berasal dari luar daerah” ungkapnya.

Adi menerangkan, waktu awal mula mengelola Puncak Dabo pada bulan Februari 2020, pengunjung Puncak Dabo bisa mencapai seribu orang, akan tetapi saat pendemi covid-19 masuk ke Indonesia, tempat wisatanya itu pun terkena imbas.

“Waktu awal kami mengelola puncak ini bisa sampai seribu pengunjung, tapi sekarang sudah mulai berkurang, tapi memang saat pandemi ini kami batasi dalam sehari hanya 300 orang saja sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button