Sejarah Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Hemat saat Perang

Alih-alih beras dimasak hingga lembut, bubur pedas ini terbuat dari beras yang ditumbuk halus baru dimasak.

5DETIK – Sambas, Kalimantan Barat memiliki kuliner khas berupa bubur. Dikenal bernama bubur pedas yang punya cerita panjang soal sejarahnya.
Bicara soal kuliner Indonesia memang tak ada habisnya. Setiap daerah pasti memiliki aneka kuliner dengan ciri khas masing-masing, salah satunya kuliner bubur. Selama ini orang hanya mengenal bubur ayam.

Namun, di Sambas, Kalimantan Barat ada bubur pedas yang cara pembuatannya berbeda dari bubur pada umumnya. Alih-alih beras dimasak hingga lembut, bubur pedas ini terbuat dari beras yang ditumbuk halus baru dimasak.

Bubur pedas juga memiliki fakta menarik soal sejarahnya. Mulai dikenal sebagai makanan raja hingga sebagai alternatif makan untuk berhemat. Meski begitu tak menghilangkan kenikmatannya sedikit pun. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 fakta tentang bubur pedas khas Sambas:

Sejarah Bubur Pedas
Bubur pegas atau biasa disebut bubbor paddas merupakan makanan khas Sambas, Kalimantan Barat. Berdasarkan cerita masyarakat, sejarah bubur pedas berawal dari suku Melayu yang menempati wilayah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya.

Saat itu, ada seorang rasa yang sangat kaya raya. Raja tersebut memimpin sebuah kerajaan di Negeri Sambas dan memiliki banyak pengawal juga asisten di istana. Namun suatu hari, raja tersebut jatuh sakit.

Karena sakit, raja pun kehilangan nafsu makan. Hal tersebut membuat semua penduduk istana khawatir. Hingga akhirnya, rasa memerintahkan seorang asistennya untuk bertugas sebagai juru masak di istana.

Asisten tersebut pun meracik beras dan sayur-mayur menjadi makanan dan obat untuk raja. Saat disajikan, raja pun menyukai makanan buatan asistennya tersebut. Lalu, raja menanyakan tentang daun yang dirasakan saat menyantap bubur.

Asisten mengaku mengambil daun di pekarangan istana, tetapi ia tidak mengetahui namanya. Oleh raja, daun tersebut diberi nama ‘Kesum’ sama seperti nama asisten yang membuatkan makanan.

Ada Campuran Daun Kesum
Bubur pedas yang merupakan makanan khas Sambas, Kalimantan Barat. Bahan dasar pembuatan bubur pedas adalah beras tumbuk dan daun kesum.

Daun kesum atau dikenal juga daun laksa merupakan jenis tumbuhan yang banyak ditemukan di negara Asia, seperti Malaysia, Singapura hingga Indonesia. Daun kesum memiliki aroma harum dan cita rasa pedas yang khas.

Bukan hanya itu, daun kesum juga memiliki manfaat untuk menghilangkan aroma amis pada olahan ikan, ayam dan daging. Bagi masyarakat Melayu Sambas, daun kesum menjadi bahan wajib untuk membuat bubur pedas.

Daun kesum nantinya diiris tipis-tipis bersamaan dengan daun kunyit. Baru kemudian dicampurkan ke bahan-bahan lainnya, seperti beras, pakis, hingga sayur kangkung.

Dikenal Sebagai Makanan untuk Berhemat
Semenjak kejadian itu, bubur pedas dikenal sebagai makanan raja. Bahkan dulu, bubur pedas hanya akan dibuat pada saat acara kerajaan atau upacara-upacara adat yang sifatnya sakral.

Semakin berjalannya waktu, bubur pedas biasa dimakan oleh masyarakat Sambas untuk menghemat biaya. Apalagi saat itu stok makanan mulai menipis secara terus menerus, bahkan juga terjadi saat perang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat Sambas harus memutar otak untuk masak tanpa mengeluarkan biaya. Cara tersebut adalah dengan membuat bubur pedas yang bahan-bahannya dapat diambil dari perkebunan sekitar.

Kenapa Dinamakan Bubur Pedas?
Mendengar namanya, pasti kamu mengira bahwa bubur khas Sambas ini memiliki rasa yang super pedas. Namun faktanya tidak. Dilansir dari Good News From Indonesia, lata ‘pedas’ hanya perumpamaan dari suku Melayu.

Jika dirasakan, rasa pedasnya tidak berlebihan. Itu dihasilkan dengan lada yang telah disangrai. Bubur pedas biasanya disajikan dengan ikan teri goreng dan kacang tanah pada toppingnya.

Biasanya masyarakat Sambas selalu menambahkan sambal khusus untuk membuat rasa buburnya benar-benar pedas. Bubur pedas ini cocok disantap untuk sarapan. Selain itu menjadi hidangan wajib saat Ramadhan.

Makanan Murah Meriah
Bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat membuat bubur pedas sering dijual dengan harga yang terjangkau. Kini bubur pedas masih mudah ditemukan di Sambas. Bahkan banyak warung makan yang menawarkan menu tersebut.

Mulai dari kantin sekolah, pasar tradisional hingga restoran mewah. Kepopuleran bubur pedas juga tidak hanya di Sambas saja, tetapi juga hingga ke negara lain, seperti di Malaysia.
Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Biasanya satu porsi bubur pedas dibanderol dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 10.000. Meski terjangkau, tetapi porsi yang diberikan cukup mengenyangkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button